*Profil Guru* edisi September 2026
BULETIN AGUSTUS 2026
Ayub Ardiansyah, Thabita Aprida Sitinjak
9/30/2026
"Di Tengah Keterbatasan, Sekolah Boleh Berubah, Semangat Tetap Menyala"
Ayub Ardiansyah, Thabita Aprida Sitinjak
9/30/2026
Ahmad Rusydi S.S adalah salah satu sosok yang turut memberikan warna dalam dunia pendidikan di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Lahir di Bengkulu pada 24 Agustus 1976, beliau merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Saat ini, beliau telah dikaruniai dua orang anak bernama Irsyad dan Aiman.
Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 5 Kota Bengkulu, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Kota Bengkulu dan SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, beliau melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum menjadi guru di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, beliau pernah menjalani pekerjaan sebagai seorang wirausahawan.
Selama mengajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, terdapat berbagai pengalaman yang memberikan kesan tersendiri bagi beliau. Salah satu hal yang paling disukai adalah ketika dapat melihat perubahan pada siswa, terutama ketika siswa yang sebelumnya kurang baik dapat berkembang menjadi lebih baik. Bagi beliau, perubahan positif pada diri seorang siswa merupakan salah satu kebahagiaan dalam menjalankan tugas nya sebagai seorang pendidik.
Namun, tidak semua perjalanan dalam mendidik berjalan dengan mudah. Salah satu hal yang menjadi kesedihan bagi beliau adalah ketika ada siswa yang harus berhenti sekolah sebelum waktunya. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi dan dilalui nya sebagai seorang pendidik dalam dunia pendidikan ini.
Sesuai dengan tema “Di Tengah Keterbatasan, Sekolah Boleh Berubah, Semangat Tetap Menyala”, beliau menyampaikan bahwa dalam kondisi apa pun, semangat belajar harus tetap tinggi. Keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti belajar dan berusaha untuk meraih mimpi dan cita cita setiap siswa siswi.
Salah satu keterbatasan yang dirasakan selama belajar mengajar adalah banyak nya kekurangan waktu untuk berinteraksi dengan siswa. Meskipun demikian, semangat untuk tetap memberikan perhatian dan pendidikan kepada siswa harus terus dijaga.
Ada satu momen sederhana yang membuat beliau merasa bangga terhadap semangat belajar siswa. Beliau merasa senang ketika ada murid yang tetap menanyakan tugas nya meskipun kelasnya sedang tidak ada. Hal tersebut menjadi tanda bahwa semangat belajar siswa tetap ada meskipun berada dalam berbagai keterbatasan yang sedang dialami.
Bagi beliau, perjalanan meraih cita-cita memang tidak selalu mudah. “Tidak ada perjuangan yang mudah untuk mencapai cita-cita,” menjadi pesan yang dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Justru dengan semangat, usaha, dan kemauan untuk terus belajar, setiap siswa dapat terus melangkah menuju cita-citanya.
Ke depan, beliau berharap SMP Negeri 19 Kota Bengkulu dapat terus menjadi wadah bagi anak-anak yang tetap ingin bersekolah. Dengan adanya sekolah sebagai tempat untuk belajar dan berkembang, diharapkan semakin banyak siswa yang dapat mempertahankan semangat belajarnya dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pada akhirnya, perubahan dan keterbatasan mungkin menjadi bagian dari perjalanan sebuah sekolah. Namun, selama semangat belajar tetap menyala, harapan untuk meraih cita-cita akan selalu ada.

