*Cerpen* edisi September 2026

BULETIN SEPTEMBER 2026

Melisa

9/30/2026

Sinar matahari masuk melalui sela-sela ruangan yang hangus akibat kebakaran waktu itu. Semuanya habis dilahap si merah, julukan untuk api besar yang menghanguskan sekolah kami.

Kursi, meja, papan tulis, alat-alat kebersihan, dan berbagai barang milik sekolah lainnya ikut hangus terbakar.

Sekolahku yang Malang

Pada suatu hari, hiduplah seorang anak bernama Bella. Ia adalah anak yang baik dan selalu mengerjakan tugas sekolah.

Bella satu kelompok dengan teman-temannya, yaitu Arga, Arsel, Kael, Dea, dan Lani. Setiap kelompok terdiri dari enam orang.

Hari itu, mereka berencana mengerjakan tugas kelompok yang akan dikumpulkan pada minggu berikutnya. Mereka mendapat tugas membuat poster dan kesepakatan kelas. Bella dan teman-temannya berniat mengerjakannya sepulang sekolah dan memilih untuk membuatnya di sekolah.

Kebetulan, hari itu adalah hari Jumat. Teman-teman laki-laki mereka harus melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu.

“Sembari kita menunggu mereka yang sedang salat Jumat, kita kerjain duluan, yuk!” ucap salah seorang teman Bella.

“Ini yang kutunggu!”

“Siap!”

Dea dan Lani menjawab dengan penuh semangat.

Sebelumnya, mereka sudah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk mengerjakan tugas kelompok.

Tak lama kemudian, salat Jumat selesai dan teman-teman laki-laki mereka kembali dari masjid.

Bella yang begitu bersemangat langsung memberi tahu teman-temannya apa yang harus mereka lakukan.

“Arga, kamu bantu aku potong-potong kertas, ya!”

“Arsel, kamu bantu aku tempel-tempel di sini, ya!”

“Kael, sekarang kamu gantian sama aku untuk menulis nama-nama dan kesepakatan kelasnya!”

“Oke, siap!”

“Tenang saja, ini akan segera selesai.”

“Ya, kami tidak akan kabur!”

Arga, Arsel, dan Kael menjawab dengan semangat tanpa mengeluh.

Mereka sangat solid dan kompak dalam mengerjakan tugas. Mereka saling membantu dan bekerja sama agar tugas kelompok dapat selesai dengan baik dan menghasilkan nilai yang memuaskan.

Namun, kejadian yang tidak terduga terjadi saat mereka sedang fokus mengerjakan tugas masing-masing.

Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang sekolah.

“Pemadam! Pemadam! Kebakaran! Kebakaran!”

Ketika mendengar suara itu dengan lebih jelas, Bella dan teman-temannya saling berpandangan.

“Lah, itu bukannya Bapak Satpam, ya?”

Mereka terdiam sejenak. Setelah itu, mereka langsung berdiri dan bertanya kepada Bapak Satpam.

“Kebakaran? Di mana kebakarannya, Pak?” tanya Bella dengan suara keras dan jelas.

“B-belakang... d-di belakang!” jawab Bapak Satpam dengan panik sambil berlari.

Mereka segera membereskan alat dan bahan yang digunakan untuk mengerjakan tugas kelompok. Mereka berniat membantu memanggil orang-orang dan membantu sebisa mungkin untuk menghadapi kebakaran tersebut.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah menghubungi pemadam kebakaran. Namun, baru sekitar 30 menit berlalu, api sudah merambat ke ruangan kelas lainnya.

Kami semua menyaksikan kebakaran itu.

Api yang sangat besar, asap yang sangat tebal dan menghitam, serta suara ledakan dari dalam ruangan yang terbakar membuat suasana menjadi sangat menegangkan.

Tiba-tiba terdengar suara sirene.

“Wiuu! Wiuu! 🚨🚒”

Mobil pemadam kebakaran pun datang.

“Nah, itu pemadamnya!”

“Akhirnya datang!”

Semua orang mengucapkan syukur.

Tak menunggu lama, petugas pemadam kebakaran langsung mengeluarkan selang air untuk memadamkan si merah. Dengan kompak, mereka berusaha memadamkan api tersebut.

Namun, satu mobil pemadam kebakaran ternyata belum cukup karena api terlalu besar.

Tak lama kemudian, mobil pemadam lainnya datang. Satu demi satu mobil pemadam berdatangan karena api sangat besar dan sulit untuk dipadamkan.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya api berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran itu menyisakan ruangan-ruangan yang hangus terbakar.

Ruangan yang sebelumnya digunakan untuk belajar kini tampak sangat memprihatinkan. Kaca-kacanya sudah tidak ada, kayu-kayu berjatuhan, serta kursi dan meja telah gosong menjadi arang.

Setelah kejadian itu, lokasi langsung diamankan dengan garis polisi agar tidak ada orang yang terluka karena memasuki ruangan tersebut.

Keesokan harinya, guru-guru dan pihak sekolah melihat langsung lokasi kebakaran untuk mengetahui kondisi ruangan yang terdampak.

Pihak sekolah berusaha menerima kejadian tersebut dan segera memikirkan apa yang harus dilakukan untuk ke depannya.

Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan karena siswa-siswi SMPN 19 sangat bersemangat untuk belajar meskipun keadaan sekolah sedang tidak seperti biasanya.

Oleh karena itu, kepala sekolah dan guru-guru berinisiatif membagi waktu masuk dan pulang siswa kelas 7 dan kelas 8.

Semua siswa tidak keberatan. Kegiatan belajar pun tetap berjalan dengan baik dan lancar seperti hari-hari biasanya.

Tiba-tiba, SMPN 19 mendapatkan kabar gembira. Sekolah mendapatkan bantuan berupa kelas darurat dari Pertamina dan BNPB.

Ada dua tenda yang didirikan di luar dan dua tenda di dalam. Tenda-tenda tersebut menggunakan kipas blower yang menghasilkan angin cukup kencang.

Terkadang, kami mengeluh karena belajar di dalam tenda terasa pengap dan gerah. Namun, hal itu tidak menjadi penghambat dalam belajar. Kami berinisiatif membuka sebagian tenda agar udara dapat masuk dan keluar dengan lebih baik.

Kami sangat senang karena adanya kelas darurat. Kegiatan belajar dan mengajar menjadi lebih mudah bagi guru maupun siswa.

Selain senang karena tetap bisa belajar, kami juga senang karena dapat beradaptasi belajar di luar ruangan. Rasanya seperti sedang berkemah bersama teman-teman.

Bella dan teman-temannya memiliki harapan untuk ke depannya. Mereka berharap bangunan sekolah yang hangus terbakar dapat segera direnovasi agar siswa-siswi dapat kembali belajar dengan nyaman tanpa adanya gangguan.

Dari kejadian ini, kita belajar untuk tidak menyepelekan api dan harus lebih berhati-hati terhadap segala sesuatu yang dapat menyebabkan kebakaran.

Sekolah boleh hangus, tetapi semangat dalam belajar jangan pernah pupus, karena tujuan kita semua sama, yaitu menuntut ilmu. 📚🖊️

SEKOLAH BOLEH HANGUS, SEMANGAT TAK BOLEH PUPUS

Melisa

9/30/2026

Media Sosial

Temukan informasi terkini tentang kegiatan
SMP Negeri 19 pada kanal-kanal informasi kami

Kontak

Super Team Media Center
SMP Negeri 19 Kota Bengkulu
© 2024. All rights reserved.