*Cerpen* edisi Juli 2026

BULETIN JULI 2026

Meylisa

7/31/2026

Tahun Ajaran Baru: Langkah Baru, Cerita Baru,

Prestasi Baru Bel pertama di tahun ajaran baru berbunyi nyaring, memecah keheningan pagi. Aroma cat tembok yang masih baru bercampur dengan wangi buku-buku yang belum pernah dibuka. Di halaman sekolah, ratusan wajah terlihat sibuk. Ada yang tertawa lepas bersama teman lama, ada yang berdiri canggung karena belum mengenal siapa pun.

Di antara keramaian itu, Nara menggenggam tali tasnya erat. Ia baru pindah sekolah. Baginya, hari itu terasa seperti membuka buku kosong yang belum memiliki satu pun cerita.

"Semoga hari ini tidak seburuk yang kubayangkan," gumamnya pelan.

Saat memasuki kelas, ia memilih duduk di bangku paling belakang. Ia hanya memperhatikan teman-temannya saling bercanda. Sesekali ia tersenyum kecil, tetapi tidak berani memulai percakapan.

"Hei, boleh duduk di sini?" tanya seorang siswi berambut pendek.

Nara mengangguk.

"Aku Sinta."

"Nara."

Sejak saat itu, obrolan sederhana berubah menjadi pertemanan yang hangat. Mereka sering belajar bersama, saling membantu mengerjakan tugas, bahkan saling menyemangati ketika nilai ulangan tidak sesuai harapan.

Beberapa minggu kemudian, sekolah mengumumkan lomba karya tulis tingkat kota. Hampir semua siswa merasa ragu untuk ikut.

"Kamu suka menulis, kan? Coba saja daftar," kata Sinta.

Nara tersenyum tipis. "Aku takut hasilnya biasa saja."

"Biasa itu kalau tidak pernah mencoba."

Kalimat sederhana itu terus terngiang di kepala Nara. Akhirnya, ia memberanikan diri mengikuti lomba. Setiap sore sepulang sekolah, ia menulis, menghapus, lalu menulis lagi. Berkali-kali ia hampir menyerah karena merasa tulisannya belum cukup bagus.

Namun, guru pembimbing selalu berkata, "Prestasi bukan lahir dari rasa percaya diri yang besar, tetapi dari keberanian untuk terus belajar."

Hari pengumuman pun tiba. Aula sekolah dipenuhi siswa yang berdebar menunggu hasil.

"Juara pertama lomba karya tulis diraih oleh... Nara Pratama dari SMP Harapan Bangsa!"

Beberapa detik Nara hanya terdiam. Tepuk tangan bergema di seluruh ruangan. Sinta langsung memeluknya sambil tersenyum bangga.

"Aku bilang juga, kamu pasti bisa!"

Di atas panggung, Nara memandangi teman-teman dan guru-gurunya. Ia sadar, kemenangan itu bukan hanya tentang sebuah piala. Itu adalah hasil dari langkah kecil yang berani ia ambil di awal tahun ajaran, cerita baru yang ia bangun bersama orang-orang baru, dan usaha yang tidak pernah ia hentikan.

Sejak hari itu, Nara memahami bahwa setiap tahun ajaran baru selalu membawa kesempatan yang sama bagi siapa pun. Kesempatan untuk memperbaiki diri, mengenal teman baru, mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan, dan menciptakan prestasi yang sebelumnya hanya menjadi impian.

Karena sesungguhnya, tahun ajaran baru bukan sekadar pergantian kalender sekolah. Ia adalah awal dari langkah baru, lahirnya cerita baru, dan kesempatan untuk meraih prestasi baru. Semua bermula dari satu keberanian kecil yang melangkah.

Tahun Ajaran Baru: Langkah Baru, Cerita Baru,

Meylisa

7/31/2026

Media Sosial

Temukan informasi terkini tentang kegiatan
SMP Negeri 19 pada kanal-kanal informasi kami

Kontak

Super Team Media Center
SMP Negeri 19 Kota Bengkulu
© 2024. All rights reserved.